Komunikasi dalam Jaringan Komputer

Assalamu’alaikum sahabat, kali ini kita akan belajar mengenai “Komunikasi dalam Jaringan Komputer”

  • Encapsulasi tiap lapisan dalam protokol

Pembahasan yang pertama kita akan pelajari tentang “Encapsulasi tiap lapisan dalam protokol” dalam hal ini kita menggunakan Model ISO OSI. Apa itu Encapsulasi? Encapsulasi adalah proses pemecahan satu jenis data menjadi beberapa jenis data. Apa itu Model ISO OSI? Model ISO OSI adalah Model referensi Open Systems Interconnection (OSI) dikembangkan oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) sebagai model untuk komputer arsitektur protokol dan sebagai kerangka kerja untuk mengembangkan standar protokol. Model OSI terdiri dari tujuh lapisan:

  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical

Proses Encapsulasi dimulai dari Application Layer sebagai lapisan ke-7 sampai Physical Layer sebagai lapisan ke-1 :

Contoh kasus adalah fulan A ingin mengirim pesan melalui media Whatsapp kepada fulan B. Isi pesan tertulis “Assalamu’alaikum”.

  1. Application Layer

Pada Lapisan ini berfungsi sebagai interface (antarmuka) kepada user (pengguna). Protokol yang bermain pada lapisan ini adalah FTP, TELNET, HTTP, SMTP, POP3, DNS, SNMP.

Pada contoh kasus kali ini, media Whatsapp merupakan Application Layer, dan protokol yang bermain adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yang melakukan proses pengiriman (proses transfer sebuah surat secara elektronik). Dalam lapisan ini masih dalam bentuk data.

  1. Presentation Layer

Pada lapisan ini berfungsi mengkonversi data apapun seperti text, jpeg, mpeg dan wav menjadi format ASCII yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang bermain pada lapisan ini adalah VNC dan RDP.

Pada contoh kasus kali ini, isi pesan “Assalamu’alaikum” merupakan format text yang kemudian dikonversi dalam bentuk format ASCII. Dalam lapisan ini masih dalam bentuk data.

  1. Session

Pada lapisan ini menyediakan struktur kontrol untuk komunikasi antara aplikasi; menetapkan, mengelola, dan mengakhiri koneksi (sesi) antara aplikasi yang bekerja sama. Protokol yang bermain pada alapisan ini adalah ADSP, PAP.

Pada contoh kasus kali ini, format ASCII diterima lalu dikanalisasi. Dalam lapisan ini masih dalam bentuk data.

  1. Transport

Pada lapisan ini terjadi encapsulasi data menjadi paket kemudian menomori paket tersebut. Paket yang diterima dengan sukses akan diberi tanda (acknowledgement), paket yang rusak atau hilang ditengah jalan maka akan dikirim ulang. Protokol yang bermain pada lapisan ini adalah UDP, TCP dan SPX

  1. Network

Pada lapisan ini mendefinisikan alamat IP, membuat header untuk paket, dan melakukan routing.

  1. Data Link

Pada lapisan ini terjadi encapsulation paket menjadi frame, pengalamatan perangkat keras dan mengontrol media transmisi

  1. Physical

Pada lapisan ini membaca kode biner dan mendefinisikan media transmisi pada jaringan

 

  • Perjalanan dengan rute dari pengirim kepada penerima

Proses perjalanan dimulai dari Application Layer di Application A sebagai lapisan ke-7 sampai Physical Layer di Application A sebagai lapisan ke-1 kemudian ke Physical Layer di Application B sampai Application Layer di Application B:

Contoh kasus adalah fulan A ingin mengirim pesan melalui media Whatsapp kepada fulan B. Isi pesan tertulis “Assalamu’alaikum”.

  1. Application Layerdi Application A

Media Whatsapp merupakan Application Layer, dan protokol yang bermain adalah SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yang melakukan proses pengiriman (proses transfer sebuah surat secara elektronik). Dalam lapisan ini masih dalam bentuk datagram.

  1. Presentation Layerdi Application A

Isi pesan “Assalamu’alaikum” merupakan format text yang kemudian dikonversi dalam bentuk format ASCII. Dalam lapisan ini masih dalam bentuk datagram.

  1. Sessiondi Application A

Format ASCII diterima lalu dikanalisasi. Dalam lapisan ini masih dalam bentuk datagram.

  1. Transportdi Application A

Terjadi enkapsulasi data menjadi paket kemudian menomori paket tersebut. Paket yang diterima dengan sukses akan diberi tanda (acknowledgement), paket yang rusak atau hilang ditengah jalan maka akan dikirim ulang.

  1. Networkdi Application A

Alamat IP didefinisikan, dibuat header untuk paket, dan melakukan routing.

  1. Data Linkdi Application A

Terjadi enkapsulasi paket menjadi frame.

  1. Physical di Application A

Pada lapisan ini membaca kode biner dan mendefinisikan media transmisi pada jaringan

Kemudian terjadi Communication Path antara Application A dan Application B

  1. Physical di Application B

Menerima dan membaca kode biner yang didapat dari Physical di Application A dan mendefinisikan media transmisi pada jaringan

  1. Data Link di Application B

Terjadi dekapsulasi frame menjadi paket

  1. Network di Application B

Pelepasan header untuk paket. 

  1. Transport di Application B

Terjadi dekapsulasi paket menjadi data.

  1. Session di Application B

Terjadi dekapsulasi data menjadi format ASCII.

  1. Presentation Layer di Application B

Format ASCII kemudian dikonversi dalam bentuk format text .

  1. Application Layer di Application B

Media Whatsapp di Application B akan muncul isi pesan “Assalamu’alaikum” dengan bentuk format text

 

  • Deskripsi Layering dengan protokol Graph

Protokol OSPF (RFC 2328) sekarang banyak digunakan sebagai protokol router interior di Jaringan TCP / IP. OSPF menghitung rute melalui internet yang paling sedikit biaya berdasarkan metrik biaya yang dapat dikonfigurasi pengguna. Pengguna dapat mengonfigurasi biaya, mengekspresikan fungsi penundaan, kecepatan data, biaya dolar, atau faktor lainnya.

OSPF mampu menyamakan beban di atas beberapa jalur biaya yang sama. Setiap router memelihara database yang mencerminkan topologi yang dikenal sistem otonom yang merupakan bagiannya. Topologi dinyatakan sebagai terarah grafik. Grafik ini terdiri dari hal-hal berikut:

  • Verteks, atau simpul, dari dua jenis:
  1. router
  2. jaringan, yang pada gilirannya terdiri dari dua jenis ->  transit, jika dapat membawa data yang tidak berasal atau berakhir pada akhir sistem yang terpasang ke jaringan ini -> rintisan, jika bukan jaringan transit
  • Tepian dua jenis:
  1. grafik tepi yang menghubungkan dua simpul router saat yang sesuai router saling terhubung satu sama lain melalui tautan langsung point to point
  1. tepi grafik yang menghubungkan vertex router ke jaringan vertex ketika router terhubung langsung ke jaringan

Gambar 19.7, berdasarkan pada RFC 2328, menunjukkan contoh otonom sistem, dan Gambar 19.8 adalah grafik diarahkan yang dihasilkan. Pemetaannya sangat mudah:

  • Dua router yang tergabung dengan tautan titik-ke-titik diwakili dalam grafik sebagai sedanglangsung dihubungkan dengan sepasang sisi, satu di setiap arah (misalnya, router 6 dan 10).
  • Ketika beberapa router terhubung ke jaringan (seperti LAN atau packetswitchingjaringan), grafik yang diarahkan menunjukkan semua router terhubung secara bidirectionalke titik jaringan (mis., router 1, 2, 3, dan 4 semua terhubung ke jaringan 3).
  • Jika satu router terhubung ke jaringan, jaringan akan muncul dalam grafiksebagai koneksi rintisan (mis., jaringan 7).
  • Sistem akhir, yang disebut host, dapat langsung terhubung ke router, di manacase ini digambarkan dalam grafik yang sesuai (misalnya, host 1).
  • Jika router terhubung ke sistem otonom lain, maka biaya jalannyasetiap jaringan dalam sistem lain harus diperoleh oleh beberapa router eksteriorprotokol (ERP). Setiap jaringan tersebut direpresentasikan pada grafik oleh sebuah rintisan dan sebuah keunggulan

Biaya dikaitkan dengan sisi output dari setiap antarmuka router. Biaya ini dapat dikonfigurasi oleh administrator sistem. Arcs pada grafik diberi label dengan biaya antarmuka output router yang sesuai. Arcs tidak memiliki biaya berlabel biaya 0. Perhatikan bahwa busur yang mengarah dari jaringan ke router selalu memiliki biaya 0.

Database yang terkait dengan grafik diarahkan dipertahankan oleh setiap router. Itu disatukan dari pesan tautan status dari router lain di internet. Menggunakan algoritme Dijkstra (lihat Bagian 12.3), router menghitung lintasan yang paling murah ke semua jaringan tujuan. Hasil untuk router 6 dari Gambar 19.7 ditampilkan sebagai pohon di Gambar 19.9, dengan R6 sebagai akar pohon. Pohon tersebut memberikan seluruh rute ke tujuan mana pun jaringan atau tuan rumah. Namun, hanya hop berikutnya ke tujuan yang digunakan di proses penerusan. Tabel routing yang dihasilkan untuk router 6 ditunjukkan pada Tabel 19.3. Tabel ini berisi entri untuk router yang mengiklankan rute eksternal (router 5 dan 7). Untuk jaringan eksternal yang identitasnya diketahui, entri juga disediakan.

sumber :

file:///D:/JARKOM/MATKUL/data-and-computer-comm-8e-william-stallings.pdf

file:///D:/JARKOM/MATKUL/Computer-Networks—A-Tanenbaum—5th-edition.pdf

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *